Ciri Khusus Hewan Kelelawar

Ciri Khusus Hewan Kelelawar. Sebelum kita belajar lebih lanjut dari salah satu hewan yang memiliki ciri khusus mari kita simak ilustrasi cerita berikut ini:

Johan memiliki pohon mangga di rumahnya. Sekarang pohon mangga itu sedang berbuah lebat. Suatu pagi Dimas dan ayahnya hendak mengambil mangga yang sudah masak dari pohonnya. Akan tetapi, Dimas merasa heran karena ia menemukan beberapa mangga yang jatuh di tanah. Mangga tersebut ternyata sudah ada yang menggerogoti. Dimas juga menemukan beberapa mangga yang sudah digerogoti, tetapi masih tergantung pada tangkainya.

Kemudian, Dimas bertanya kepada ayahnya tentang hal itu. Ayahnya menjelaskan bahwa manggamangga itu sudah dimakan oleh kelelawar pada malam hari. Setelah mendengar cerita tersebut, Dimas tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang kelelawar.
Ciri Khusus Hewan Kelelawar
Pantulan gelombang bunyi itu akan ditangkap kembali oleh indra pendengarannya yang tajam
Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang. Kelelawar tinggal di gua atau di pohon-pohon yang tinggi. Di samping memakan buah-buahan, ada juga kelompok kelelawar yang memakan serangga dan mengisap madu. Untuk mendapatkan makanannya kelelawar telah dilengkapi dengan sepasang sayap. Sayap kelelawar berbeda dengan unggas. Sayap kelelawar memiliki kulit yang lentur. Kulit tersebut membentang di antara tulang-tulang jari dan lengannya. Jika kamu perhatikan lebih teliti lagi, kamu akan melihat ada bagian yang mirip cakar pada sayapnya. Bagian yang mirip cakar itu sebenarnya ibu jari kelelawar. Ibu jari tersebut berfungsi untuk mendaki di bebatuan atau di pohon.

Pada siang hari, kelelawar tidur. Kelelawar memiliki cara tidur yang unik. Ketika tidur, kelelawar bergantung dengan badan terbalik, yaitu kepala berada di bawah. Sayapnya dilipat dan kakinya dikaitkan pada tempat bergantungnya sehingga kelelawar tidak jatuh. Tahukah kamu, mengapa kelelawar tidur menggantung?

Kelelawar terbang dan mencari makan pada malam hari. Pada saat terbang, kelelawar tidak sepenuhnya menggunakan indra penglihatannya. Lalu, dengan bantuan apa kelelawar dapat menentukan arah sehingga tidak menabrak saat terbang di kegelapan malam? Ternyata, kelelawar dilengkapi dengan kemampuan lain.

Pada saat terbang, kelelawar sesekali mengeluarkan bunyi. Ketika gelombang bunyi itu mengenai benda, seperti pohon atau serangga, gelombang bunyi akan memantul. Pantulan gelombang bunyi itu akan ditangkap kembali oleh indra pendengarannya yang tajam. Dengan cara seperti itulah kelelawar dapat terbang pada malam hari tanpa menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya. Kemampuan yang dimiliki kelelawar untuk mengetahui arah terbang, makanan, dan keadaan lingkungannya dengan menggunakan bunyi disebut ekolokasi.

0 Response to "Ciri Khusus Hewan Kelelawar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel