Peninggalan Bangunan Bersejarah yang Bercorak Hindu-Buddha

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah bangunan bercorak Buddha. Candi ini adalah tempat ibadah agama Buddha terutama untuk peringatan Waisak yang dipimpin oleh biksuni dan biksu. Borobudur berasal dari kata biara dan budur, yaitu biara di budur. Dirancang oleh Gunadharma. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga tahun 825 M. Bentuknya ada sepuluh tingkatan yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu, Kamadathu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Letak Candi Borobudur di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Di atas bukit yang dikelilingi bukit Manoreh membentang dari barat ke timur. Di sebelah timur adalah Gunung Merapi dan Merbabu, di sebelah barat adalah Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro dan di sebelah timur tenggara adalah pertemuan Sungai Progo dan Sungai Elo.
Peninggalan Bangunan Bersejarah yang Bercorak Hindu-Buddha
Candi Borobudur
Pemugaran candi dilaksanakan dua kali, yaitu pada tahun 1907–1911 di bawah pimpinan Th. Van Erp dari Belanda, dan tahun 1973–1983 yang mendapat bantuan dari UNESCO dengan utusannya Dr. Coremans dari Belgia. Ia meneliti bahwa air hujan adalah penyebab utama kerusakan Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan salah satu kejaiban dunia.

2. Candi Mendut

Candi Mendut merupakan candi Buddha yang didirikan oleh Raja Indra tahun 824 M. Letaknya di sebelah timur Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Di dalam Candi Mendut terdapat tiga patung Buddha, yaitu Cakyamurti yang duduk bersila, Avalokiteswara, dan Maitrya.

3. Candi Kalasan

Berdasarkan Prasasti Kalasan, Candi Kalasan didirikan pada tahun 778 M oleh keluarga Sailendra sebagai bangunan suci Dewi Tara. Dewi Tara adalah istri dari Buddha. Di dalam candi terdapat arca Dewi Tara yang terbuat dari perunggu.

4. Candi Prambanan

Candi Prambanan bercorak Hindu, didirikan oleh Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya. Menurut cerita rakyat, Candi Prambanan dibuat oleh Bandung Bandawasa pada abad ke-9. Candi Prambanan ditemukan pada masa penjajahan Belanda oleh C.A. Louis tahun 1733 M.

Candi Prambanan terletak di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tepatnya sebagian berada di desa Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta dan sebagian kecil berada di wilayah Klaten Jawa Tengah. Bentuknya dibagi menjadi tiga halaman yaitu luar, tengah, dan pusat. Candi Prambanan disebut sebagai Candi Roro Jonggrang.

Di halaman dalam atau pusat, terdapat Candi Siwa, Candi Wisnu, Candi Nandi, Area Ganesha, Area Durga Mahisa Suramardini (Roro Jonggrang), Arca Brahma dan relief cerita Krisna. Di halaman tengah terdapat 224 Candi Perwana kecil berjajar empat deret, yang mengelilingi candi utama. Deret pertama 68 buah, kedua 60 buah, ketiga 52 buah, dan keempat 44 buah. Di halaman luar tidak terdapat candi satu pun. Perawatan dan renovasi telah dilaksanakan sebanyak enam kali, yaitu sebagai berikut:
a. Tahun 1885 pembersihan candi oleh Izerman.
b. Tahun 1902 – 1953 pemugaran Candi Syiwa diresmikan Presiden Soekarno.
c. Tahun 1954 – 1959 penyelesaian Candi Perwana.
d. Tahun 1977 – 1987 pemugaran Candi Brahma.
e. Tahun 1982 – 1991 pemugaran Candi Wisnu.
f. Tahun 1991 – 1993 pemugaran Candi Wahana, Candi Kelir, dan Candi Sudut.

0 Response to "Peninggalan Bangunan Bersejarah yang Bercorak Hindu-Buddha"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel