Interaksi Antarkomponen Ekosistem

Interaksi Antarkomponen Ekosistem

Interaksi Antarkomponen Ekosistem. Kualitas lingkungan hidup pada lingkungan alamiah akan terjadi keseimbangan ekosistem jika tidak diganggu proses konversi energinya. Suatu ekosistem memiliki kemampuan untuk mempertahankan kondisi seimbang seperti semula, bila tidak memperoleh gangguan dari luar. Kemampuan untuk tetap stabil disebut stabilitas. Pada ekosistem yang terbuka, materi dan energi akan terus mengalami proses konversi dan transformasi namun tetap dapat menjaga keseimbangannya. Lingkungan yang mampu menjaga keseimbangannya sendiri disebut lingkungan yang memiliki keseimbangan dinamis.

Selama ekosistem tidak diganggu maka akan tetap menjaga keseimbangannya sendiri. Sebaliknya, jika diganggu oleh penggaggu dari luar, seperti manusia, dan gangguan tersebut melampaui batas kekuatan normalnya, maka kemampuan ekosistem tidak mampu kembali ke keadaan semula. Gangguan yang tidak mampu diimbangi oleh ekosistem artinya lingkungan tersebut memiliki daya lenting ekosistem.

Daya lenting adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk kembali normal atau besarnya kemampuan ekosistem untuk memulihkan diri bila memperoleh gangguan. Lingkungan alami jika diganggu dan melebihi daya lentingnya, maka akan terjadi kerusakan lingkungan. Artinya kualitas lingkungan hidup akan terus menurun. 

Dalam lingkungan yang normal atau alami, antar komponen menjalin interaksi. Interaksi tersebut terjadi antara komponen abiotik dengan biotik maupun antar komponen yang ada dalam kedua komponen tersebut. 

1. Interaksi Komponen Abiotik dengan Komponen Biotik

Komponen biotik banyak dipengaruhi oleh komponen abiotik. Tumbuhan sangat bergantung keberadaan dan pertumbuhannya dari tanah, air, udara tempat hidupnya.  Jenis tanaman tertentu dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tanah tertentu. Sebaran tumbuhan juga sangat dipengaruhi oleh cuaca dan iklim. Misalnya, di pantai tanaman kelapa dapat tumbuh subur, tetapi tidak demikian di daerah pegunungan.

Sebaliknya, komponen abiotik juga dipengaruhi oleh komponen biotik. Keberadaan tumbuhan mempengaruhi kondisi tanah, air dan udara disekitarnya. Banyaknya tumbuhan membuat tanah menjadi gembur dan dapat menyimpan air lebih banyak serta membuat udara menjadi sejuk. Organisma lainnya, seperti cacing juga mampu menggemburkan tanah, menghancurkan sampah atau seresah daun, dan menjadikan pengudaraan tanah menjadi lebih baik, sehingga semua itu dapat menyuburkan tanah.
  • Interaksi antarkomponen abiotik. Di alam antarkomponen abiotik juga saling berinteraksi. Proses pelapukan batuan dipengaruhi oleh cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim juga mempengaruhi keberadaan air di suatu wilayah. Suhu udara di suatu tempat, dalam kadar tertentu, dipengaruhi oleh warna batuan, keberadaan tubuh-tubuh air dan sebagainya. Kandungan mineral dalam air juga dipengaruhi oleh batuan dan tanah yang dilaluinya.
  • Interaksi antarkomponen biotik. Antarkomponen biotik juga terjadi interaksi. Interaksi tersebut dapat terjadi antar organisma, populasi maupun komunitas.

2. Interaksi Antarorganisma

Organisma secara individu melakukan berbagai bentuk interaksi dengan sesama jenisnya maupun dengan jenis yang lain. Interaksi antarorganisma dapat dibedakan menjadi:
  • Netral, yaitu hubungan tidak saling mengganggu antarorganisma dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak. Contohnya, interaksi yang netral adalah antara kambing dengan kupu-kupu.
  • Predasi, yaitu hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Pemangsa tidak bisa hidup tanpa hewan yang dimangsanya. Itulah sebabnya jika hewan yang dimangsanya habis, maka pemangsa juga akan pergi atau punah. Pemangsa berperan sebagai pengontrol jumlah dari suatu populasi. Jika jumlah pemangsa berkurang maka jumlah hewan yang dimangsanya akan bertambah. Contohnya, jika ular banyak yang dibunuh oleh manusia, maka populasi tikus akan bertambah.
  • Parasitisme adalah hubungan antarorganisma yang berbeda spesies yang bersifat merugikan salah satu spesies. Contohnya adalah antara benalu dengan pohon inangnya, lintah dengan organisma yang diambil darahnya, kutu, jamur, cacing pita dan lain-lain.
  • Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisma yang berbeda spesies yang salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya adalah tumbuhan epifit yang hidup menempel pada batang atau cabang pohon. Tumbuhan epifit dapat memperoleh cahaya karena menempel di pohon yang tinggi, sedangkan pohon yang ditumpanginya tidak diuntungkan maupun dirugikan.
  • Mutualisme adalah hubungan antara dua organisma yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya adalah antara bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan. Bakteri tersebut hidup pada akar tanaman dan memfiksasi N2 (gas) dan mengubahnya menjadi nitrat dan amonium sebagai nutrien untuk bakteri itu sendiri dan tanaman kacang-kacangan.

3. Interaksi antarpopulasi

Interaksi antarpopulasi terjadi antara populasi yang satu dengan populasi lain. Interaksi tersebut dapat bersifat alelopati maupun kompetisi. Interaksi alelopati adalah interaksi antarpopulasi yang terjadi jika populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghambat tumbuhnya populasi lain. Kompetisi yaitu interaksi antarpopulasi yang di dalamnya terdapat kepentingan yang sama, sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh alelopati adalah jamur Penicillium sp. yang dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, sedangkan contoh kompetisi adalah antara populasi kuda dengan populasi kijang dalam memperoleh rumput.

4. Interaksi Antarkomunitas

Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi berbeda yang saling berinteraksi di suatu wilayah yang sama. Sebagai contoh adalah komunitas padang rumput yang dihuni oleh beberapa populasi diantaranya kuda, banteng, ular, belalang, singa, macan, srigala dan lain-lain. Contoh komunitas lainnya adalah komunitas sungai yang di dalamnya terdiri atas beberapa populasi seperti buaya, kuda nil, ular, ikan, plankton dan lain-lain. Antara komunitas padang rumput dan sungai terjadi interaksi berupa peredaran organisma hidup dari kedua komunitas tersebut. Kuda, banteng dapat menjadi sumber makanan bagi buaya. Demikian sebaliknya, ikan dapat menjadi makanan bagi macan.

0 Response to "Interaksi Antarkomponen Ekosistem"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel