Mengingat Pesan Gus Dur di Hari Guru Nasional

Mengingat Pesan Gus Dur di Hari Guru Nasional Tahun ini. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan bahwa pihaknya sudah bertemu semua organisasi profesi guru sebanyak enam kali. Hal tersebut dilakukan tepat  untuk mempersiapkan peringatan Hari Guru Nasional tahun ini. Lebih lanjut Dirjen GTK mengatakan bahwa HGN tahun ini akan dikemas sedemikian rupa dengan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Tema yang diusung pada hari guru tahun 2016 ini adalah “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Tentu saja kita semu di kalangan pendidikan Indonesia masih mengingat tema HGN tahun lalu yaitu ‘mulia karena karya’. Mengingat nilai-nilai yang sangat relevan untuk selalu ditumbuhkan dalam menghargai profesi guru dan tenaga kependidikan menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan beradab, di tengah-tengah percaturan kehidupan masyarakat global.

Mengingat Pesan Gus Dur di Hari Guru Nasional

Hari guru bukanlah hari libur nasional namun atas kerja keras dari gurulah cita-cita luhur anak-anak bangsa akan terwujud oleh karena itu setiap tanggal 25 November sebagai hari guru. Lebih dari sekadar perayaan atau upacara bendera. Masihkah anda mengingat sosok seorang presiden RI Bapak KH. Abdurrahman Wahid? Jawabnya “tentu saja”.  

Lebih lengkap nama Beliau adalah Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001.

Sosoknya pemimpin bangsa yang amat familiar dengan kata-kata yang ringan dan menghibur seperti salah satunya “gitu saja kok repot”. Tepat di hari guru ini admin ingin berbagi dan kembali menuangkan pesan Belaiu. kami sajikan di bawah ini.

Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur, yaitu Kopi, Gula, dan Rasa

Kopi adalah Orang tua

Gula adalah Guru

Rasa adalah siswa

Jika kopi terlalu pahit Siapa yang salah?

Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit, hingga "rasa" kopi menjadi pahit!!!

Jika kopi terlalu manis Siapa yg disalahkan?

Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak, hingga "Rasa" kopi menjadi manis!!!

Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat, Siapa yg di puji...???

Tentu semua akan berkata: Kopinya mantaaap.................!!!!!

Kemana gula??? Dimana gula??? yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan!!!

Tetapi, Ketika "rasa" mantap, Ketika siswa berprestasi, Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya: "Anak siapa dulu"

Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA

Begitulah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang, Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!

IKHLAS lah seperti GULA... LARUT lah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!! Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
Tapi untuk DIRASAKAN

Semoga dapat menginspirasi para pembaca semuanya

0 Response to "Mengingat Pesan Gus Dur di Hari Guru Nasional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel