Riwayat Singkat Drs. Mohammad Hatta (Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia)
Riwayat Singkat Drs. Mohammad Hatta (Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia)

Riwayat Singkat Drs. Mohammad Hatta (Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia)

Moh. Hatta, Drs. Moh. Hatta, Mohammad Hatta, Riwayat Singkat Drs. Mohammad Hatta, Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia

Riwayat Singkat Drs. Mohammad Hatta (Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia). Panggilan populernya adalah Bung Hatta. Lahir di Bukit Tinggi tanggal 12 Agustus 1902. Bung Hatta lebih dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Ia adalah seorang pemimpin yang berdisiplin tinggi, tegas dan taat beragama. Meskipun dikenal dari keluarga berada, Bung Hatta dikenal sederhana. Perbuatan dan perkataan Bung Hatta juga selalu sejalan.

Baca Bapak Proklamator
Riwayat Singkat Ir. Soekarno
Riwayat Singkat Drs. Mohammad Hatta (Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia)
Moh. Hatta
Pada tahun 1926, Bung Hatta menjadi ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Perhimpunan Indonesia adalah suatu gerakan mahasiswa yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno bersama Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 agustus 1945 Bung Hatta diangkat sebagai wakil presiden Republik Indonesia.

Baca Tokoh Pendiri Bangsa Indonesia
Riwayat Singkat K.H. Wakhid Hasyim
Riwayat Singkat Prof Dr R. Soepomo, SH.
Riwayat Singkat Mr. Moh. Yamin
Beliau dikenal memiliki sifat toleransi yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan pada peristiwa menjelang pengesahan dasar negara. Pada saat itu, sebagian kecil peserta sidang mengajukan usul keberatan terhadap rumusan dasar negara pada sila pertama. Bung Hatta yang dikenal sebagai muslim yang amat taat itu segera berkonsultasi dengan empat orang tokoh Islam lainnya. Pertemuan Bung Hatta dengan empat tokoh Islam akhirnya menyepakati usulan tokoh nonmuslim untuk mengganti kalimat sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Penggantian ini dilakukan demi persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan bangsa lebih diutamakan daripada kepentingan golongan.

Tahun 1949 Bung Hatta memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi Meja Bundar di Den Haag yang menghasilkan pengakuan kedaulatan terhadap kedaulatan RI oleh pihak Belanda. Bung Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden pada tahun 1956. Beliau wafat pada tanggal 14 Maret 1980 dan dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Gadis Kelahiran Lampung namun hidup di Kota Kecil Boyolali. Kata demi kata terangkai untuk memberikan sebuah makna berbagi kepada penerus Bangsa ini.