Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menurut Para Ahli

Dokumen Guru. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menurut Para Ahli. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah salah satu model pembelajaran yang menekankan pada penyelesaian masalah dan pemecahan masalah sebagai fokus utama dari proses belajar. Dalam model ini, siswa diharapkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif serta memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memfokuskan pada siswa sebagai subjek belajar dan menempatkan siswa sebagai pemecah masalah yang aktif dan memiliki peran yang signifikan dalam proses belajar. Siswa dipandu untuk mencari informasi, mengajukan pertanyaan, dan membuat hipotesis untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain itu, Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) juga memperhatikan konteks dan realitas siswa dalam proses belajar sehingga siswa dapat terlibat secara lebih nyata dan menyadari pentingnya materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).

[www.dokumenguru.com] Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menurut Para Ahli
Ilustrasi: dokumenguru.com

Tujuan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep Higher Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).

Karakteristik Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Karakteristik Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menurut Tan (dalam Amir, 2009) antara lain:
  1. Masalah digunakan sebagai awal pembelajaran.
  2. Biasanya masalah yang digunakan merupakan masalah dunia nyata yang disajikan secara mengambang (ill-structured).
  3. Masalah biasanya menuntut perspektif majemuk (multiple-perspective).
  4. Masalah membuat pembelajar tertantang untuk mendapatkan pembelajaran di ranah pembelajaran yang baru.
  5. Sangat mengutamakan belajar mandiri.
  6. Memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi, tidak dari satu sumber saja.
  7. Pembelajarannya kolaboratif, komunikatif dan kooperatif. Karakteristik ini menuntut peserta didik untuk dapat menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama kemampuan pemecahan masalah.
Pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) guru berperan sebagai guide on the side dari pada sage on the stage. Hal ini menegaskan pentingnya bantuan belajar pada tahap awal pembelajaran. Peserta didik mengidentifikasi apa yang mereka ketahui maupun yang belum berdasarkan informasi dari buku teks atau sumber informasi lainnya.

Sintak Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Sintak Model Pembelajaran Problem Based Learning menurut Arends (2012) sebagai berikut:
  1. Orientasi peserta didik pada masalah.
  2. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
  3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Berdasarkan sintaks tersebut, langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah yang bisa dirancang oleh guru adalah sebagai berikut:

Langkah Kerja Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Orientasi peserta didik pada masalah Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan secara kelompok. Masalah yang diangkat hendaknya kontekstual. Masalah bisa ditemukan sendiri oleh peserta didik melalui bahan bacaan atau lembar kegiatan. Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru atau yang diperoleh dari bahan bacaan yang disarankan.
Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data/bahan-bahan/alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/bahan selama proses penyelidikan Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber) untuk bahan diskusi kelompok.
Mengembang kan dan menyajikan hasil karya Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan sehingga karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan Kelompok melakukan diskusi untuk menghasilkan solusi pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membimbing presentasi dan mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi. Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi. Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/ membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain.

Kelebihan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Kelebihan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menurut Akinoglu & Tandogan, antara lain:
  1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik.
  2. Mengembangkan pengendalian diri peserta didik.
  3. Memungkinkan peserta didik mempelajari peristiwa secara multidimensi dan mendalam;
  4. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah.
  5. Mendorong peserta didik mempelajari materi dan konsep baru ketika memecahkan masalah.
  6. Mengembangkan kemampuan sosial dan keterampilan berkomunikasi yang memungkinkan mereka belajar dan bekerja dalam tim.
  7. Mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah tingkat tinggi/kritis.
  8. Mengintegrasikan teori dan praktek yang memungkinkan peserta didik menggabungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.
  9. Memotivasi pembelajaran.
  10. Peserta didik memeroleh keterampilan mengelola waktu.
  11. Pembelajaran membantu cara peserta didik untuk belajar sepanjang hayat.
Kesimpulannya, Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang menekankan pada penyelesaian masalah dan pemecahan masalah sebagai fokus utama proses belajar. Dalam model ini, siswa diharapkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif serta memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Model ini juga memperhatikan konteks dan realitas siswa dalam proses belajar sehingga siswa dapat terlibat secara lebih nyata dan menyadari pentingnya materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Ikuti artikel menarik lainnya di Google News

Posting Komentar untuk "Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menurut Para Ahli"