Rangkuman Materi K13 Kelas 5 SD Tema 7 [Peristiwa dalam Kehidupan] Full

Post a Comment
Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 [Peristiwa dalam Kehidupan] Full
Buku Tema Kelas 5 SD Tema 7 Peristiwa dalam Kehidupan
Dokumen Guru - Rangkuman Materi Kelas 5 Tema 7 [Peristiwa dalam Kehidupan] Full. Buku tematik terpadu ini menjabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang, dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai luhur.

Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat mengembangkan dan memperkaya pengalaman belajar siswa dengan daya kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang relevan dan disesuaikan dengan potensi siswa di sekolah masing-masing.

Rangkuman Materi K13 Kelas 5 SD Tema 7
Peristiwa dalam Kehidupan

PPkn

A. Keragaman Sosial Budaya di Indonesia
1.Budaya merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.

2. Faktor penyebab keragaman bangsa indonesia antara lain: faktor keturunan, suku di Indonesia, perbedaan kondisi geografis, dan pengaruh kebudayaan luar (Baca lagi suku, senjata, makanan khas tradisional dll serta asal daerahnya). [Contoh baca Tema 7 hal. 38].

3. Faktor penyebab keragaman Budaya di Indonesia, adalah sbb:
a. Bentuk Negara Indonesia terdiri atas pulau-pulau
b. Keragaman kenampakan alam
c. Letak Indonesia yang menjadi jalur perdagangan internasional

4. Contoh organisasi social budaya di Indonesia, antara lain:
a. Unit Kesehatan Siswa (UKS)
b. Pramuka
c. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)
d. Karang Taruna

B. Kebudayaan Nasional
1. Kebudayaan nasional diatur dalam UUD 1945, bahwa “pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”.

2. Upaya-upaya pengembangan dan pelestarian kebudayaan nasional yang lain adalah sbb:
  • Secara terus-menerus diadakan kegiatan pengenalan dan penyebaran budaya nasional kepada masyarakat.
  • Kegiatan penggalian situs-situs bersejarah dan pemeliharaan temuan.
  • Pengembangan budaya daerah dan nasional melalui pendidikan.
  • Senantiasa dikembangkan sikap menghormati kebudayaan sendiri dan daerah lain.
  • Mengenal dan mempelajari kebudayaan sendiri. [Contoh baca Tema 7 hal. 74].
C. Unsur-Unsur Budaya
1. Adapun Unsur-Unsur Budaya adalah Religi/Kepercayaan, Mata Pencaharian, Teknologi dan Peralatan, Kesenian, Pengetahuan, Sistem Kemasyarakatan, dan  Bahasa.

2. Keragaman unsur budaya tersebut lahir karena adanya berbagai faktor seperti faktor biologis (keturunan, ras, suku), geografis (keadaan alam), dan historis (sejarah/ masa lampau), serta keterbukaan terhadap pihak luar. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 113].

D. Proses pembentukan NKRI
1. Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan
Hasil Sidang PPKI I pada tanggal 18 Agustus 1945, sbb:
a. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945
b. Memilih presiden dan wakil presiden
c. Tugas presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.

Hasil Sidang PPKI II pada tanggal 19 Agustus 1945, sbb:
a. Menetapkan 12 kementerian
b. Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi 8 provinsi.

2. Pembentukan Komite Nasional Indonesia

3. Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara

4. Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Seluruh Daerah di Indonesia. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 113].

E. Indahnya Hidup Berbhinneka
1. Kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Kata-kata tersebut kemudian diberi makna yang lebih luas dan menjadi semboyan “meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”.

2. Contoh penerapan sikap menghargai perbedaan. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 104].

F. Peristiwa Lahirnya Pancasila
1. Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima, dan sila artinya dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

2. Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.

3. Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada saat Sidang BPUPKI I Berikut usulan-usulan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh bangsa, sbb:
  • Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945]
  • Prof. Dr. Mr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945
  • Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 (dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila sebagai dasar Negara).
  • Pada siding PPKI I tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan UUD 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, termuat isi rumusan Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila (tepatnya pada alinea IV).

Bahasa Indonesia
A. Kata Tanya

B. Ulasan Teks/Cerita/Bacaan
1. Ulasan teks merupakan teks yang berisi tentang ulasan atau hasil penilaian.

2. Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membuat ulasan teks adalah Judul teks; Bagian yang paling menarik; Informasi penting; Pendapat tentang; dan Saran dari pembaca [Contoh baca Tema 7 hal. 7].

C. Wawancara

D. Kata Baku dan Tidak Baku

E. Surat Undangan
1. Surat undangan merupakan surat yang berisi pemberitahuan dan permintaan kesediaan seseorang untuk menghadiri suatu acara atau kegiatan.

2. Kalimat yang digunakan dalam undangan haruslah efektif, yaitu singkat, padat, dan jelas. Tujuannya agar orang yang membacanya dapat segera mengerti isinya.

3. Surat undangan dibedakan atas 3 jenis, yaitu sebagai berikut.
  • Undangan resmi merupakan undangan yang mengatasnamakan sebuah instansi atau organisasi dan kedinasan. Biasanya dipergunakan untuk kepentingan kedinasan.
  • Undangan setengah resmi merupakan undangan yang mengatasnamakan perorangan yang ditujukan ke perorangan maupun instansi atau organisasi.
  • Undangan tidak resmi (pribadi) merupakan undangan yang mengatasnamakan perorangan yang ditujukan kepada perorangan untuk kepentingan.
4. Bagian-bagian  surat undangan secara umum

5. Perbedaan yang mendasar antara surat undangan resmi dan tidak resmi terletak pada kepala surat (kop surat).

IPA

A. Sifat-Sifat Benda
1. Benda digolongan menjadi 3, yaitu padat, cair, dan gas.

2. Contoh benda padat, cair, dan gas.

3. Sifat benda padat adalah sbb:
  • Bentuknya tetap
  • Volume atau isinya tetap
  • Tidak mengikuti wadahnya (tempat)
4. Sifat benda cair adalah sbb:
  • Bentuk mengikuti wadah/tempatnya
  • Volume tatap
  • Mengalir dari tempat tinggi ke rendah
5. Sifat benda gas adalah sbb:
  • Bentuk mengikuti wadah/tempatnya
  • Volume selalu berubah
  • Menekan ke segala arah [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 11].

B. Perubahan Wujud Benda [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 65].

C. Kalor Mengubah Suhu Benda
1. Kalor berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 84].

IPS

A. Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat
1. Kedatangan orang Bangsa Eropa di Nusantara mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia. Namun, ketika orang-orang Eropa itu berusaha menguasai Nusantara, mereka mendapat reaksi keras berupa perlawanan-perlawanan di berbagai daerah.

2. Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia.
  • Bangsa Portugis. Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511.
  • Bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521.
  • Bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten pada tahun 1596.
3. Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra adalah, adanya keinginan mencari kekayaan (gold), menyebarkan agama (gospel), mencari kejayaan (glory), dan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Ilmu pengetahuan [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 4].

B. Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris
1. Setelah berhasil menguasai Indonesia, pemerintah Inggris kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur di Indonesia. Raffles memulai tugasnya pada tanggal 19 Oktober 1811.

2. Kebijakan Raffles di Bidang Ilmu Pengetahuan
  • Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan penelitian ilmiah di Indonesia.
  • Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai (Rafflesia Arnoldi).
  • Raffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. 
3. Kebijakan di Bidang Ekonomi
a. Menghapus contingenten penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
b. Semua tanah dianggap milik

4. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan sistem pajak adalah, sbb:
a. Sulit menentukan besar kecilnya pajak.
b. Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.
c. Keterbatasan pegawai Raffles.
d. Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

5. Kebijakan di Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial adalah, sbb:
a. Pulau Jawa dibagi menjadi 16 karisidenan
b. Setiap keresidenan mempunyai badan pengadilan.

4. Melarang perdagangan budak. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 19].

C. Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda
1. Belanda berangkat dari Eropa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten.

2. VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie) merupakan kongsi dagang Belnda yang berdiri pada tanggal 20 Maret 1602.

3. Tujuan VOC di Indonesia antara lain sbb:
a. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.
b. Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
c. Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.

4. Faktor internal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah, sbb:
a. Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
b. Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.

5. Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah, sbb:
a. Meletusnya Revolusi Prancis
b. Penentangan oleh rakyat Indonesia

6. Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise.

7. Langkah-langkah yang ditempuh Daendels sebagai gubernur jenderal, sbb:
a. Meningkatkan jumlah tentara
b. Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
c. Membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,
d. Membangun jalan raya dari anyer hingga panarukan sepanjang lebih Kurang 1.100 km, dan
e. Membangun benteng-benteng pertahanan.

5. Isitilah sistem tanam paksa pada masa pemerintahan kolonial Belanda disebut cultuur stelsel sedangkan sistem kerja paksa disebut rodi. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 20].

D. Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda
1. Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch, Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa.

2. Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di luar Jawa.

3. Sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1847 di Sumatra Barat

4. Saat itu, penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa menanam kopi untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial.

5. Sistem yang hampir sama juga dilaksanakan di tempat lain seperti Minahasa, Lampung, dan Palembang.

6. Kopi merupakan tanaman utama di Sumatra Barat dan Minahasa.

7. Adapun lada merupakan tanaman utama di Lampung dan Palembang.

8. Kebijakan yang sama kemudian juga berlaku pada tanaman kelapa di Minahasa.

9. Penyimpangan pelaksanaan tanam paksa, di antaranya sbb:
  • Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan,
  • Rakyat lebih banyak memperhatikan tanaman ekspor sehingga tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.
  • Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.
  • Waktu pelaksanaan tanam paksa melebihi waktu tanam padi
  • Kelebihan hasil panen  tidak dikembalikan kepada rakyat.
  • Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab rakyat/petani.
10. Akibat penyimpangan pelaksanaan tanam paksa tersebut antara lain: banyak tanah terbengkalai sehingga panen gagal, rakyat makin menderita, wabah penyakit merajalela, kelaparan dan kematian sehingga jumlah penduduk menurun tajam.

11. Belanda menghapus tanam paksa secara bertahap. Salah satu tokoh Belanda yang menentang sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli dengan mengarang buku berjudul Max Havelaar.

12. Edward Douwes Dekker mengusulkan langkah-langkah untuk membalas budi baik bangsa Indonesia adalah sebagai berikut.
  • Pendidikan (edukasi).
  • Membangun saluran pengairan (irigasi).
  • Memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya (transmigrasi). [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 30].

E. Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis
Portugis menguasai Malaka pada tahun 1511, terjadilah persaingan dagang antara pedagang-pedagang Portugis dan pedagang di Nusantara.

Pada awalnya, Portugis diterima dengan baik oleh raja setempat dan diizinkan mendirikan benteng. Namun, lama-kelamaan, rakyat mengadakan perlawanan karena Portugis serakah, ikut campur dalam pemerintahan.

Perlawanan tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Sultan Iskandar Muda di Aceh (1607–1636).
b. Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun). [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 34].

F. Peristiwa Perlawanan terhadap Belanda
1. VOC di Batavia mendapatkan perlawanan Mataram dibawah pimpinan Sultan Agung. Selain itu VOC juga mendapatkan perlawanan di Sulawesi Selatan, Pasuruan, dan Banten.

2. Berbagai perlawanan terhaap pemerintah Kolonial Belanda terus berlangsung dibawah pimpinan para tokoh sehingga timbulnya berbagai peperangan seperti Perang Paderi di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol, Perang Diponegoro, Perang Bali, Perang Banjar dibawah Pangeran Antasari, Perlawanan Pattimura, Perang Sisingamangaraja XII, Perang Aceh serta masih banyak tokoh-tokoh lainnya. [cari informasi kejadian penting dan para tokoh secara lengkap]

3. Adapun faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah sbb:
a. Perjuangan bersifat kedaerahan.
b. Perlawanan tidak dilakukan secara serentak.
c. Masih bergantung pada pimpinan.
d. Kalah dalam persenjataan.
e. Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).

4. Masa pergerakan kebangsaan dibedakan menjadi 3 masa, yaitu masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat.

5. Budi Utomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 di Yogyakarta sebagai organisasi modern pertama kali. Berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 44].

G. Peristiwa Sumpah Pemuda dan Proklamasi

H. Kongres Perempuan Indonesia
1. Kongres Perempuan Indonesia I
  • Tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta.
  • diikuti berbagai wakil organisasi wanita di antaranya Ny. Sukamto, Ny. Ki Hajar Dewantara, dan Nona Suyatin.
  • Untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia serta mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan wanita.
2. Kongres Perempuan Indonesia II
  • Tanggal 20–24 Juli 1935 di Jakarta
  • dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro.
  • Membahas masalah perburuhan perempuan, pemberantasan buta huruf, dan perkawinan.
3. Kongres Perempuan Indonesia III
  • Tanggal 23–28 Juli 1938 di Bandung
  • dipimpin oleh Ny. Emma Puradireja
  • disetujui RUU tentang perkawinan modern. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 70].
I. Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan
1. Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 80].

2. Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sbb:
  • Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
  • Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 90].
3. Tindakan Heroik Mendukung Proklamasi
a. Peristiwa Heroik di Yogyakarta
b. Peristiwa Heroik di Surabaya
c. Peristiwa Heroik Semarang
d. Peristiwa Heroik Aceh
e. Peristiwa Heroik Bali
f. Peristiwa Heroik di Sumbawa
g. Peristiwa Heroik di Kalimantan
h. Peristiwa Heroik di Palembang
i. Peristiwa Heroik di Makassar. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 100].

J. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
1. Perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni perlawanan fisik dan diplomasi. Perlawanan fisik dilakukan dengan kontak senjata. Adapun perjuangan dengan diplomasi dilakukan melalui meja-meja perundingan.

2. Perlawanan fisik dilakukan di berbagai daerah, antara lain sbb:
a. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya (Hari Pahlawan)
b. Palagan Ambarawa, terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 di Ambarawa.
c. Bandung Lautan Api, terjadi pada tanggal 23 Maret 1946.
d. Medan Area, terjadi pada tanggal 10 Desember 1945
e. Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

3. Perjuangan secara diplomasi dilakukan dengan perundingan satu ke perundingan yang lain.
  • Perundingan Linggarjati diadakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, Cirebon, Jawa Barat.
  • Perjanjian Renville diadakan pada tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat.
  • Perjanjian Roem Royen diadakan pada tanggal 17 April 1949 di Jakarta.
  • Tindak lanjut Perjanjian Roem Royen adalah diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar (KMB). KMB dilaksanakan di Deen Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949. [Selengkapnya baca Tema 7 hal. 130 dan 139].
Demikian Rangkuman Materi K13 Kelas 5 SD Tema 7 [Peristiwa dalam Kehidupan] Full
Semoga Memberi Manfaat
Rangkuman Materi K13 Kelas 5 SD Tema 7 PDF [DOWNLOAD].
Sumber:
Buku Tema Kelas V Tema 7 [Peristiwa dalam Kehidupan] Full

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email